Menulis surat untuk dirimu di masa depan butuh enam langkah kecil. Pilih satu alasan untuk menulis. Tentukan seberapa jauh ke depan surat itu akan dikirim. Awali dengan tanggal dan tempat. Tulis lima hal yang layak dibawa ke masa depan. Tutup dengan satu kalimat yang baik. Lalu pilih tanggal dan kirimkan.
Tak ada satu langkah pun yang sulit, dan seluruh surat selesai dalam dua puluh menit. Langkah-langkah di bawah ini mengisi detailnya. Kalau sedang buru-buru, versi satu menit menjelang akhir juga benar-benar sebuah surat.
Enam langkahnya
- Pilih satu alasan. Surat yang ingin mengatakan segalanya justru tidak mengatakan apa-apa. Tentukan tugas surat ini: mencatat perjalanan satu tahun, mengecek sebuah tujuan, atau sekadar memperkenalkan dirimu pada seseorang yang belum pernah kamu temui.
- Tentukan jarak waktunya. Surat untuk bulan depan terasa berbeda dari surat untuk sepuluh tahun lagi. Tanggal yang dekat cocok untuk pertanyaan yang jawabannya sudah terlihat. Tanggal yang jauh cocok untuk perubahan besar yang berjalan lambat.
- Awali dengan tanggal dan tempat. Satu kalimat sudah cukup: “Aku menulis ini pada sore Sabtu di bulan Maret, di meja makan, dengan jendela terbuka.” Satu baris itu langsung menempatkan pembaca masa depanmu di ruangan yang sama.
- Tulis lima hal. Isi surat punya lima bagian: apa yang benar-benar terjadi saat ini, apa yang sedang mengganggumu, apa yang kamu harapkan, apa yang ingin kamu tanyakan, dan satu permintaan kecil untuk dirimu di masa depan. Dua atau tiga kalimat untuk tiap bagian sudah cukup.
- Tutup suratnya. Satu kalimat di akhir sudah cukup. “Apa pun yang terjadi, kamu sudah sampai sejauh ini” bisa dipakai, atau “Jalan-jalan dulu sebelum memutuskan apa pun yang besar tahun ini.”
- Kirimkan pada hari yang tepat. Luangkan waktu sebentar untuk tanggalnya, karena surat yang sudah tersimpan tidak bisa diubah lagi. Saat pertama kali mengirim dari browser, kami mengirimkan kode 6 digit ke emailmu untuk mengonfirmasi alamat. Pada hari yang kamu pilih, kami mengirimkan surat itu ke emailmu antara pukul 08.00 dan tengah hari sesuai zona waktumu.
Kalau kelima bagian itu masih kosong saat kamu sampai di sana, pinjam saja dari tiga puluh pertanyaan pemantik ini sampai kata-kata mulai mengalir.
Seberapa panjang surat untuk dirimu di masa depan?
Sekitar satu halaman. Dua ratus sampai lima ratus kata adalah rentang yang pas: cukup panjang untuk membawa detail yang nyata, cukup pendek untuk diselesaikan dalam sekali duduk. Formulir penulisannya menerima 10 sampai 30.000 karakter, jadi satu paragraf yang jujur saja juga sudah terhitung sebuah surat.
Panjangnya bukan intinya. Dua paragraf yang spesifik mengalahkan sepuluh paragraf yang setengah jadi. Kalau tulisanmu lebih banyak dari yang muat dalam satu halaman, jangan dipaksakan. Tulis surat kedua dan beri tanggal yang berbeda. Kamu bisa mengirimkan yang pendek lebih dulu, lalu yang lebih panjang di penghujung tahun.
Nada seperti apa yang paling pas
Sederhana dan ramah, seperti kamu berbicara dengan seorang teman di tengah pekan yang biasa saja. Tidak perlu berpura-pura. Surat ini bukan lamaran, bukan juga pidato.
Kalau ada kalimat yang tidak akan kamu ucapkan keras-keras pada orang yang kamu sukai, jangan diketik. Gembira boleh, lelah juga boleh. Pembaca masa depanmu akan lebih percaya pada suara yang jujur daripada yang terpoles, karena yang terpoles terdengar seperti semua orang, sedangkan yang jujur terdengar seperti kamu.
Apa yang sebaiknya tidak ditulis
Beberapa hal memang tidak layak masuk ke surat apa pun untuk masa depan:
- Kata sandi, nomor rekening, dan apa pun yang tidak ingin kamu simpan sebagai teks biasa
- Kabar pribadi orang lain, nama lengkap mereka, atau rahasia yang bukan hakmu untuk dikirim
- Perintah atau ancaman untuk dirimu sendiri, yang seiring waktu terasa makin buruk saat dibaca, bukan makin baik
- Apa pun yang punya tenggat sungguhan, karena surat tidak disertai pengingat
- Ramalan panjang tentang dunia, yang cepat terasa usang dan mengalihkan perhatian dari hidupmu sendiri
Cara menguji kalimat yang meragukan itu sederhana: tanyakan pada dirimu sendiri apakah kamu masih ingin membacanya sepuluh tahun lagi. Kalau jawaban jujurnya tidak, buang kalimat itu dan tulis saja apa yang sebenarnya kamu harapkan terjadi.
Seberapa jauh ke depan?
Pilih jarak waktu yang sesuai dengan tugas yang kamu pilih di langkah pertama:
- Besok atau pekan depan, untuk pesan tentang satu hari tertentu, misalnya pagi yang kamu duga akan berat
- Tiga bulan, untuk akhir satu musim, satu kursus, atau satu masa sewa
- Satu tahun, untuk menguji sebuah kekhawatiran atau harapan dengan apa yang benar-benar terjadi
- Lima tahun, jarak yang klasik: cukup jauh untuk perubahan yang nyata, cukup dekat untuk masih mengingat saat menulisnya
- Sepuluh tahun atau lebih, kalau yang kamu inginkan adalah kapsul waktu tentang hidupmu lebih dari sekadar nasihat
Ada bantuan lebih lanjut soal pertimbangan ini di memilih tanggal pengiriman, termasuk cara menghadapi tanggal-tanggal yang penting, seperti ulang tahun dan hari jadi.
Kalau waktumu cuma satu menit
Tulis satu kalimat yang menyebut jarak waktunya, satu hal nyata tentang pekan ini, dan satu pertanyaan. Kirimkan untuk dirimu sendiri beberapa bulan ke depan. Itu sudah surat yang lengkap, dan kebiasaan menulis surat-surat kecil lebih berharga daripada satu surat megah: surat satu baris menunjukkan bagaimana satu kalimat setiap bulan berubah menjadi catatan yang kelak kamu syukuri.
Kalau waktumu setengah jam
Pakai lima menit untuk menetapkan alasan dan tanggalnya. Berikan lima belas menit untuk lima bagian surat, tulis cepat dan sederhana. Ambil lima menit untuk membaca ulang dan memperbaiki apa pun yang tidak ingin kamu terima. Lima menit terakhir untuk memilih tanggal dan mengirim.
Satu catatan praktis sebelum mengirim: saat surat ditulis, belum ada apa pun yang dikirim ke email. Layar keberhasilan menampilkan ID surat dan waktu pengiriman, jadi salin tulisanmu ke tempat kamu biasa menyimpan catatan. Dengan begitu kamu bisa mengintip apa yang kamu tulis kalau penantiannya terasa lama.
Contoh surat yang mengisi lima bagian itu
Ini contoh surat sederhana dan umum yang mengisi kelima bagian tanpa dipaksakan.
Halo, aku di masa depan,
Folder pajak terbuka di atas meja, sekarang Januari, dan aku menulis ini alih-alih mengerjakannya. Saat ini: pekerjaan berjalan baik, pergelangan kaki akhirnya membaik, dan aku tetap menyisihkan pagi akhir pekan untuk kursus itu. Aku khawatir akan terlalu sering berkata ya lagi. Apakah kursus itu akhirnya menjadi sesuatu? Apakah kamu masih menjaga pagi-pagi itu? Aku harap kamu masih memasak pada hari Minggu dan masih menelepon Ayah. Itu saja. Keluar rumah hari ini, walau hanya sepuluh menit.
[namamu]
Perhatikan apa yang membuat surat ini hidup: satu folder, satu kursus, dua pertanyaan, dan satu permintaan. Surat ini tidak butuh apa pun yang megah untuk terdengar seperti manusia.
Kalau ingin mendalami
Setiap langkah di atas punya artikel sendiri kalau kamu menginginkannya. Untuk kalimat pembuka, kalimat pertama yang bisa dipinjam membahas empat cara andal untuk memulai. Untuk hari membaca suratnya sendiri, yang dilakukan saat suratmu kembali padamu menuntun kamu membaca ulang, menyadari perubahan, lalu menulis surat berikutnya.
Tulis suratmu sekarang
Buka formulir penulisan dan pasang pengatur waktu sepuluh menit. Isi lima bagian itu dengan kalimat sederhana, baca ulang sekali, dan buang apa pun yang tidak ingin kamu terima. Lalu pilih tanggal, dan kirimkan.